Disini
saya tidak berusaha untuk membuka aib orang atau siapapun, ini pengalaman yang
saya peroleh dan semoga bisa diambil hikmah dari setiap kata yang saya tuliskan
diatas putih ini. Tidak ada yang salah, bahkan semuanya memberi saya sebuah hikmah, kejadian apapun lebih baik ambil hikmahnya. juga saya tidak mengatakan atau merasa paling baik, tidak, saya juga masih belajar untuk apapun itu. Afwan . Selamat membaca J
الْمُحْسِنِينَ أَجْرَ يُضِيعُ لَا اللَّهَ فَإِنَّ
وَاصْبِرْ
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya
Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan” (Hud 11:115)
“Kamu itu egois baget e lin” ujar
seseorang kepadaku. DEG! Hatiku gak karuan medengar kata-kata itu. Lagsung aku
berfikir sejenak, apa yang membuat dia berfikiran seperti itu? Padahal disini,
aku berusaha melakukan yang terbaik untuk umat. Sebelumnya, memang kami sedag
ada sharing persoalan proker. Ya bisa dibilang ini proker untuk kemajuan umat
kampus hehe.
Aku terus mencoba menelaah ucapannya. Apakah
betul? Apakah benar aku seperti itu? Ya Allah bantulah saya untuk menemukan
jawaban dari pernyataan itu. Aku bertanya pada kawan dekatku.
“Apakah selama ini aku egois? Bahkan untuk
menjalankan amanah yang belum terselesaikan oleh orang-orang sekitarku? Aku hanya
ingin membantu menyelesaikannya, aku hanya bisa bantu sebisaku, apakah salah?”
tak kuasa air mataku berlinangan, ya walau hanya di hati ini keluarnya. Karena sebisa
mungkin aku menahan itu.
“Gak ko lin, itu hal terbaik yang udah
kamu lakukan. Kamu melakukan yang orang lain mungkin belum sempat menegerjakannya,
niatmu sudah baik, tapi mungkin hanya orang-orang sekitar yang tidak bersahabat
denganmu sehingga kamu bisa dikatakan seperti itu” ujar kawanku yang bijak ini.
Aku termenung sejenak..huft. iyakah? Betulkah? Permasalahan itu masih kupendam
hingga akhirnya sampai di hari Jum’at aku menemukan some keyword dengan dibantu
bisikan-bisikan dari dosenku.
“Memang, berjalan dijalan dakwah itu
tidak semudah mengatakannya, kerja buat akhirat memang banyak rintangan banyak
masalah, tapi tidak banyak orang yang bisa bertahan untuk melakukan hal itu,
iya gak?. mungkin Allah ingin tau sebesar apa kesabaran alin dalam melakukan
kebaikan di mata Allah setelah diberi cibiran seperti itu. Mungkin Allah mau
lihat seberapa besar alin bisa berjalan di jalan dakwah ini. Allah juga selalu
melihat apa saja yang kita lakukan ko lin, dari setetes keringatpun jika kita
sedang berjalan di jalan dakwah, pasti Allah perhitungkan semuanya ko besok di
akhirat sana. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan, karena kebaikan
itu tidak tau juga mana yang diterima oleh Allah atau belum, yang penting
LILLAHITA’ALA” dengan senyum mengembang ibu itu mengakhiri pembicaraan kami. Masya
Allah..deg! Mungkin ini! Yes, I find it!!
Semoga bisa memaknai dan memahami lebih dalam
soal tulisan saya ini J see u
#1Hari1Ayat
No comments:
Post a Comment