Friday, January 3, 2014

Cuit Ketiga "Sabar ya Lin"

         Disini saya tidak berusaha untuk membuka aib orang atau siapapun, ini pengalaman yang saya peroleh dan semoga bisa diambil hikmah dari setiap kata yang saya tuliskan diatas putih ini. Tidak ada yang salah, bahkan semuanya memberi saya sebuah hikmah, kejadian apapun lebih baik ambil hikmahnya. juga saya tidak mengatakan atau merasa paling baik, tidak, saya juga masih belajar untuk apapun itu. Afwan . Selamat membaca J

 الْمُحْسِنِينَ أَجْرَ يُضِيعُ لَا اللَّهَ فَإِنَّ وَاصْبِرْ
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan” (Hud 11:115)

          “Kamu itu egois baget e lin” ujar seseorang kepadaku. DEG! Hatiku gak karuan medengar kata-kata itu. Lagsung aku berfikir sejenak, apa yang membuat dia berfikiran seperti itu? Padahal disini, aku berusaha melakukan yang terbaik untuk umat. Sebelumnya, memang kami sedag ada sharing persoalan proker. Ya bisa dibilang ini proker untuk kemajuan umat kampus hehe.
          Aku terus mencoba menelaah ucapannya. Apakah betul? Apakah benar aku seperti itu? Ya Allah bantulah saya untuk menemukan jawaban dari pernyataan itu. Aku bertanya pada kawan dekatku.
          “Apakah selama ini aku egois? Bahkan untuk menjalankan amanah yang belum terselesaikan oleh orang-orang sekitarku? Aku hanya ingin membantu menyelesaikannya, aku hanya bisa bantu sebisaku, apakah salah?” tak kuasa air mataku berlinangan, ya walau hanya di hati ini keluarnya. Karena sebisa mungkin aku menahan itu.
          “Gak ko lin, itu hal terbaik yang udah kamu lakukan. Kamu melakukan yang orang lain mungkin belum sempat menegerjakannya, niatmu sudah baik, tapi mungkin hanya orang-orang sekitar yang tidak bersahabat denganmu sehingga kamu bisa dikatakan seperti itu” ujar kawanku yang bijak ini. Aku termenung sejenak..huft. iyakah? Betulkah? Permasalahan itu masih kupendam hingga akhirnya sampai di hari Jum’at aku menemukan some keyword dengan dibantu bisikan-bisikan dari dosenku.
          “Memang, berjalan dijalan dakwah itu tidak semudah mengatakannya, kerja buat akhirat memang banyak rintangan banyak masalah, tapi tidak banyak orang yang bisa bertahan untuk melakukan hal itu, iya gak?. mungkin Allah ingin tau sebesar apa kesabaran alin dalam melakukan kebaikan di mata Allah setelah diberi cibiran seperti itu. Mungkin Allah mau lihat seberapa besar alin bisa berjalan di jalan dakwah ini. Allah juga selalu melihat apa saja yang kita lakukan ko lin, dari setetes keringatpun jika kita sedang berjalan di jalan dakwah, pasti Allah perhitungkan semuanya ko besok di akhirat sana. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan, karena kebaikan itu tidak tau juga mana yang diterima oleh Allah atau belum, yang penting LILLAHITA’ALA” dengan senyum mengembang ibu itu mengakhiri pembicaraan kami. Masya Allah..deg! Mungkin ini! Yes, I find it!!

          Semoga bisa memaknai dan memahami lebih dalam soal tulisan saya ini J see u
          #1Hari1Ayat

          

No comments:

Post a Comment