Sunday, January 5, 2014

Cuit Kelima "Seonggok daging"


يااْيها الذين ءامنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا ولا 
يغتب بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله إن الله تواب رحيم
بعضكم  
“ Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang” (Hujurat : 12)
      Ketika berjalan melihat segerombolan wanita-wanita menggosip, aku jadi teringat jika aku juga belum bisa menahan sepenuhnya (masih belajar menjahui)
Ketika aku melewati orang-orang yang selalu bersu’udzon pada public figure, terkadang aku pun masih ikut2an krna mungkin kecewa (masih belajar menjauhi)
Ketika ada seorang yang sering menyalahkan orang lain tanpa melihat kebaikan yang ia lakukan, mugkin dihatiku ini msih ada sedikit rasa yg sama (masih belajar menjauhi)

Tapi..

    Ketika dipertontonkan acara-acara gossip yang menguak issue artis dari keburukan maupun kebaikannya, aku menolak. Sejatinya dulu aku pernah dipertontonkan iklan yang mnjurus kesana buatan Malaysia. Cakep banget iklannya (soalnya MAKJLEB) hhe. Disana digambarkab banyak wanita yang sedang makan dan minum sesuatu yang merah, kupikir itu sirup biasa. Namun semakin kesana-sana ternyata diperlihatkan seonggok daging busuk..hiiiiy. tak terbayang oleh lidah jika menyantap makanan seperti itu. Na’udzubillaimindzalik.

Tetap mau makan daging busuk milik tetangga? Kawan sendiri? Bahkan sahabatmu..

No no no..

Jangan lagi, jangan lagi untuk melahap itu

Untuk awalnya kurangi dulu dosisnya, baru setelah itu jangan sampai kecaduan lagi, oke?

Kalau masih belum bisa berubah, nanti ane kasih daging ayam yang udah busuk masih merah penuh blatung di hadapan ente. Gimana? Mau ? hehehe..

Mari kita mulai tutup mulut, tutup prasangka buruk, dan terus intropeksi diri ya..

Walaupun Gajah dipelupuk mata tak terlihat, tapi coba deh warnai Gajah itu pakai warna ngejreng biar ente melek hehe..

Sekian..trimakasih udah dibaca. Kalau perlu dikomen hehe
#1Hari1Ayat






Saturday, January 4, 2014

Cuit Keempat "Isi hatiku, hatimu, hati kita"

           

        Aku termenung di dekat jendela kamar, kulihat ada seekor kucing terbaring di atas atap rumah tetangga. Kucing putih jantan itu terlihat pulas sekali dalam tidur siangnya, hmm seperti tanpa beban saja kucing itu. Aku kembali teringat, tadi sempat memikirkan sesuatu sepanjang aku pulang kampus, ya Allah..apa yang aku rasakan ini? Apakah aku boleh memilikinya? Mengapa ini harus ada? Dan mengapa bayang-bayang itu selalu muncul dalam benakku? Innalillah. Aku terus menyalahkan semua itu, tentang keadaan, kejadian, dan perasaan ini. padahal sudah kucoba untuk menepisnya, iya..susah sekali.
    Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu tidak ingin kuhaturkan kepada Sang Khaliq. Karena aku merasa tidak bisa menghaturkan dengan kata-kata yang sesantun dan sebaik keluh kesah Rasulullah SAW kepadaNya, keluh kesah Rasulullah pun terlihat seperti bukan sedang berkeluh kesah, tetapi bagaimana beliau mengalihkan keluh kesahnya dengan selalu dan selalu bersyukur kepadaNya.
      Tapi apapun itu yang dirahasiakan oleh kita secerdas apapun merahasiakannya, pasti Allah jauh lebih mengetahui keadaan hambaNya, begitu sayangnya Allah kepada hambaNya walau hambaNya itu penuh hina dan dosa yang senantiasa lupa bersyukur. L
    Ketahuilah Cukuplah hanya Allah yang mendengar dan mengetahui perasaan kita didalam hati ini (senang, sedih, suka, duka, kecewa,dll) , jangan sampai orang lain tau apalagi mengharapkan orang lain tau keadaaan isi hati kita dengan pengharapan agar bisa dibantu, misalkan saja orang terdekat kita seperti sahabat, maupun orang tua. Sebenarnya,  Allah ingin agar hambaNya bisa “curhat” hanya dengan Allah, karena Allah begitu bangga dengan hambaNya yang selalu curhat dan meminta pertolongan hanya kepadaNya bukan ke orang lain.
     Disitulah Allah mengerti dan paham siapa sajakah yang benar-benar ingat Allah ketika membutuhkan pertolongan, ketika banyak masalah, ketika menemui kesulitan-kesulitan hidup, dan apa saja yang menjadi keluh kesah dalam hidup kita. Subhanallah  J
Allah lebih mengerti apa yang hambaNya rasakan hari ini dan detik ini juga.
Jangan banyak mengharapkan bantuan orang lain,
jangan mengharapkan orang lain akan selalu mendengarkan curhatan isi hatimu,
jangan megharapkan orang lain selalu disisimu ketika kau sedih,
jangan mengharapkan orang lain bisa seutuhya hadir dalam hidupmu,
jangan banyak menaruh harapan pada orang-orang disekitarmu, Allah tidak suka itu..
Allah ingin HambaNya selalu meminta sesuatu hanya padaNya, bukan ke orang-orang
Allah ingin HambaNya datang menangis, mencurahkan dan meminta pertolongan hanya padaNya,
يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
 “ Dia mengetahui apa yang ada di langit dan bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Megetahui isi hati (At-Taghabun 28: 4)

See u J
Semoga bisa diambil hikmah dan makna yang tersirat maupun tersurat.
#1Hari1Ayat #HatikuHatimu

Friday, January 3, 2014

Cuit Ketiga "Sabar ya Lin"

         Disini saya tidak berusaha untuk membuka aib orang atau siapapun, ini pengalaman yang saya peroleh dan semoga bisa diambil hikmah dari setiap kata yang saya tuliskan diatas putih ini. Tidak ada yang salah, bahkan semuanya memberi saya sebuah hikmah, kejadian apapun lebih baik ambil hikmahnya. juga saya tidak mengatakan atau merasa paling baik, tidak, saya juga masih belajar untuk apapun itu. Afwan . Selamat membaca J

 الْمُحْسِنِينَ أَجْرَ يُضِيعُ لَا اللَّهَ فَإِنَّ وَاصْبِرْ
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan” (Hud 11:115)

          “Kamu itu egois baget e lin” ujar seseorang kepadaku. DEG! Hatiku gak karuan medengar kata-kata itu. Lagsung aku berfikir sejenak, apa yang membuat dia berfikiran seperti itu? Padahal disini, aku berusaha melakukan yang terbaik untuk umat. Sebelumnya, memang kami sedag ada sharing persoalan proker. Ya bisa dibilang ini proker untuk kemajuan umat kampus hehe.
          Aku terus mencoba menelaah ucapannya. Apakah betul? Apakah benar aku seperti itu? Ya Allah bantulah saya untuk menemukan jawaban dari pernyataan itu. Aku bertanya pada kawan dekatku.
          “Apakah selama ini aku egois? Bahkan untuk menjalankan amanah yang belum terselesaikan oleh orang-orang sekitarku? Aku hanya ingin membantu menyelesaikannya, aku hanya bisa bantu sebisaku, apakah salah?” tak kuasa air mataku berlinangan, ya walau hanya di hati ini keluarnya. Karena sebisa mungkin aku menahan itu.
          “Gak ko lin, itu hal terbaik yang udah kamu lakukan. Kamu melakukan yang orang lain mungkin belum sempat menegerjakannya, niatmu sudah baik, tapi mungkin hanya orang-orang sekitar yang tidak bersahabat denganmu sehingga kamu bisa dikatakan seperti itu” ujar kawanku yang bijak ini. Aku termenung sejenak..huft. iyakah? Betulkah? Permasalahan itu masih kupendam hingga akhirnya sampai di hari Jum’at aku menemukan some keyword dengan dibantu bisikan-bisikan dari dosenku.
          “Memang, berjalan dijalan dakwah itu tidak semudah mengatakannya, kerja buat akhirat memang banyak rintangan banyak masalah, tapi tidak banyak orang yang bisa bertahan untuk melakukan hal itu, iya gak?. mungkin Allah ingin tau sebesar apa kesabaran alin dalam melakukan kebaikan di mata Allah setelah diberi cibiran seperti itu. Mungkin Allah mau lihat seberapa besar alin bisa berjalan di jalan dakwah ini. Allah juga selalu melihat apa saja yang kita lakukan ko lin, dari setetes keringatpun jika kita sedang berjalan di jalan dakwah, pasti Allah perhitungkan semuanya ko besok di akhirat sana. Jangan pernah berhenti untuk berbuat kebaikan, karena kebaikan itu tidak tau juga mana yang diterima oleh Allah atau belum, yang penting LILLAHITA’ALA” dengan senyum mengembang ibu itu mengakhiri pembicaraan kami. Masya Allah..deg! Mungkin ini! Yes, I find it!!

          Semoga bisa memaknai dan memahami lebih dalam soal tulisan saya ini J see u
          #1Hari1Ayat

          

Thursday, January 2, 2014

Cuit Kedua "Obat Ampuh ni Sob!"

bismillahirrahmanirrahim
well, tentang ayat kedua yang ane temukan selanjutnya adalah salah satu ayat dari surat Al-Jasiyah ayat 11 yang maknanya adalah :

 هٰذا هُدىً وَ الَّذينَ كَفَرُوا بِآياتِ رَبِّهِمْ لَهُمْ عَذابٌ مِنْ رِجْزٍ أَليمٌ 

"Ini (Al-Qur'an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhannya, mereka akan mendapat azab berupa siksaan yang sangat pedih"
(Al-Jasiyah: 11)

          huft, sobat semua..kalian tau gak makna sesungguhnya dari kata-kata "SANGAT PEDIH?". Rasanya bagaimana? Seperti di cubitkah? Dipukul kah? atau bagaimana? Jelas itu penafsiran yang sangat gak setara dengan siksa Allah yang Maha Dahsyat. Jangan dibayangkan sesakit apa jadinya, tapi bayangkan kalau kamu yang terkena siksa itu karena kamu mengabaikan Al-Qur'an-Nya, piye perasaanmu? (NA'UDZUBILLAH).

          Yes, i know bahwa semua orang pastilah tidak mau untuk terkena azab dari Sang Khaliq kan?

terus apa donk solusinya? Apa yang harus kita lakukan sob?
eh ente ni harusnya intropeksi coba..berapa jam ente berkhalwat sama Kalamullah itu?
Berapa jam ente inget Allah?
Berapa hari ente kejar-kejaran sama target baca Qur’an?
Apakah masih perlu dibanggakan dihadapanNya? Atau ternyata Cuma dihadapannya? (baca: pacar, mertua, tetangga, sobat2, ato malah abang tukang bakso yang barusan lewat tuh?)
          Tau gak ente semua, didalam Al-Qur’an itu banyak obat manjurnya lo! Ada obat untuk keadilan, syiasah, kedokteran, psikologi, arsitektur, sains, bahkan untuk pemuda-pemudi yang pengen segera nikah *ehem* atau pun yang udah berkeluarga pun semua Allah atur dalam kitab canggih yang biasa disebut “AL-QUR’AN”. Gimana gak ajaib ajib ajib sob?
          Ane cerita sedikit ni ya..kmrin ane sedang galau, gundah, gulana, gak mood en lain-lainlah. Enaknya ngapain ya? Pikirku. Hmm..coba deh buka al-qur’an sebentar, pasti nanti Allah ngademin ini hati. J hehe
          Masya Allah! Tersontak ane! Ane buka halaman yang bener-bener lagi passs sama suasana hati. Padahal ane tutup ni mata, tapi tetaplah hatinya kebuka walau belum sempurna juga. Ini nih ayat yang jadi penyejuk hati ane J

 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” 
(QS– Ar-Ra’d: 28)

        Allah Maha Dahsyat, Maha Agung, dan Maha diatas segalanya. Apakah kalian masih meragukan ke-Agungan-Nya? Jika masih bukalah Mushaf—mu. Pasti nanti akan Allah tunjukkan sesuatu yang menakjubkan buatmu. Believe it! Do it! In shaa Allah…Allah always beside u J
See u…
Ini diperuntukkan untukku, untukmu, dan untuk kalian yang masih mencari-cari arti kehidupan sesungguhnya. Jangan lupa terus intropeksi ya sob! Ingat! DO IT! Hehe ..


#1Hari1Ayat

Wednesday, January 1, 2014

Cuit Pertama #1Hari1Ayat

Bismillahirrahmanirrahim..
Ayat pertama yang kutemukan dengan hati terbuka walaupun dengan mata tertutup adalah "Surah As-Saff ayat 2" yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ  
"Wahai orang-orang yang beriman! Megapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan?" 

Coba renungi sebentar persoalan ayat tersebut, pernahkah kita mengatakan sesuatu atau pun memerintahkan sesuatu yang sebenarnya kamu pun tidak melakukannya? Padahal mungkin nasihat yang berbentuk kata-kata itu baik bagimu dan bagi orang lain yang mendengarnya? Ketauhilah sobat, Allah membenci hal itu! Karena itu membuktikan bahwa kamu orang yang tidak bisa meyelaraskan antara hati dan pikiran serta perbuatanmu. 
Ini renungan untuk kita semua terutama saya sendiri bahwa menjadi seorang muslim haruslah tetap memperhatikan ucapan dan perilaku yang akan berbuah akhlak kariimah. Akhlak seorang muslim bisa dilihat dari shalat, ucapan dan perilakunya. Cekidot.


Disini ada sebuah cerita yang mungkin ini menjadi inspirasi untuk sobat semua. YOK MARI DISIMAK :)
Pernah, suatu ketika dalam suatu organisasi di SMA ada seorang akhwat yang mungkin terlihat manis dan baik, banyak orang yang mengaguminya dan melihatnya sebagai sosok yang bijak. Banyak ikhwan yang terlihat tertarik kepadanya sehingga terkadang beliau di ganggu dan di goda oleh ikhwan-ikhwan disana. Sebagai akhwat yang baik, yang mengerti arti "godaan mereka" mungkin setidaknya ia akan mengabaikan godaan-godaan mereka yang terbilang sedang "labil" maklum anak ABG. Tetapi anehnya, akhwat ini malah memberikan senyuman mautnya (OH NOO), sontak semua ikhwan pada gelebak diberi senyuman begitu (jelas aja -_-). Kita semua terheran-heran, what wrong with her? Padahal bukankah selama ini beliau berkata yang bunyinya ehem..."Sebagai akhwat yang santun itu jangan tebar senyum kepada ikhwan yang belum menjadi suaminya, kalau si ikhwan menjadi berbunga-bunga kan bahaya" ujarnya sambil tertawa kecil. Gusti Allah..siapa ini yang salah? haha kami hanya tertawa dalam hati masing-masing sambil berpandangan satu sama lain. Oh My God. :'|


Yok mari...buatlah Aksi atas ucapanmu. Jangan hanya diucapkan, namun Action itu lebih puentiiing dari apapun. Tanpa adanya Aksi, kamu gak akan bisa Bersaksi! haha




Semoga tulisan tangan kecil ini bisa memberikan renungan walau belum se-MakJleb ustadz-ustadz kondang favorite ane. Banyak salah datang dari diri hina ini, Banyak kebaikan hanya datang dari tuntunan Tangan Allah. see u :)
#1Hari1Ayat #SemangatQur'an 

assalamu'alaikum dear, aku harap ini menjadi blog-ku yang terakhir setelah sekian banyaknya blog yang kubuat (entah berapa banyak sampai lupa berapa banyak apa saja email dan passwordnya) haha LOL. sorry..semoga ini benar-benar bisa kujadikan ladang dakwah. Lewat tinta hitam aku menapaki perjalanan dakwah ini, lewat tulisan kecil yang semoga bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya. "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain", okey gals di camkan itu kata-kata. I hope i can do it. aamiin :) see u gals