Tuesday, August 19, 2014

ﻻ تغضب ولك الجنة




Kemarahan, apa yang kamu ketahui tentang kemarahan? Apakah ia sebuah sifat? Apakah ia sebuah perilaku? Atau ia adalah sebuah karakter? Saya pikir kemarahan adalah nafsu, yang harus dikendalikan oleh setiap insan yang sedang mengalami kesulitan maupun keputusasaan. Sebagai manusia yang mulia yang hendak diberikan tempat yang baik di sisiNya lebih baik mengendalikan nasfu marahnya, seperti dalam sebuah hadist yang mengatakan “laa taghdob walakal jannah (HR.Tabrani)” yang artinya adalah jangan marah bagimu surga. Sangat jelas perintah nabi yang menyuruh kita agar bisa mengendalikan amarah yang meledak maupun yang terpendam. 
Kemarahan terpendam bahkan lebih membahayakan diri sendiri, karena bisa jadi kemarahan orang tersebut akan terus menumpuk sampai mencapai titik puncaknya. Sadar atau tidak dengan cepat orang tersebut akan stress bahkan depresi yang akan mengakibatkan perilaku diluar kewajaran. Seperti yang sudah dialami orang-orang disekitar saya, mereka yang  sering memendam kemarahan tanpa menghapus kemarahan tersebut dihari berikutnya cenderung memiliki dendam yang besar dan sering melakukan hal diluar kewajaran seperti melempar pisau, berkata seronok, dll. Sewajarnya sebagai manusia beriman kita bisa menjunjung tinggi kesabaran (walalupun penulis pun belum sepenuhnya bisa menjunjung kesabaran). 
Tanpa pengecuali seorang ibu yang anaknya mendapatkan cobaan, kemudian suaminya yang cemburu berlebih, atau bahkan keuangan yang tidak terkendali pengeluarannya. Begitu juga kepada seorang mahasiswa yang tugasnya menumpuk, dimarahi dosen, maupun keuangan yang menipis diwaktu yang sebelumnya.
Kemarahan selalu berbanding serasi dengan kesabaran. Orang yang memiliki kesabaran yang luas cenderung memiliki managemen emosi yang baik. Kesabaran juga selalu bersama dengan hati yang tenang. Hati yang tenang didapatkan dari shalat yang benar dan khusuk. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa memiliki hati yang tenang, yang dimana orang tersebut benar-benar menundukkan dan menyerahkan seluruh hati dan jiwa raganya hanya untuk Allah semata, Sang Rahman Sang Rahiim yang senantiasa menyiramkan kasih serta sayangnya kepada seluruh ciptaanNya. Mulai detik ini kita harus perbaiki segala nafsu amarah yang kita miliki, karna kemarahan bisa mengubah air menjadi api, mengubah gula menjadi arang, mengubah kedamaian menjadi kerusuhan. NA’UDZUBILLAHIMINDADZIK. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang selalu dipenuhi dengan kemarahan dan kemarahan. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin. :’)     

No comments:

Post a Comment